Bagi saya tujuan bernegara sudahlah jelas, yaitu untuk mencapai kemakmuran ekonomi bagi sebanyak-banyaknya penduduk negara tersebut. selebihnya hanya bonus.

Kembali kepada rumusan saya kemarin, tidak mungkin kita bisa jago dalam olah-raga bulu tangkis kalau belajarnya pada petinju. jadi kita sudah sepatutnya belajar kepada negara yang ekonominya maju kalau kita mau belajar ekonomi. apa rahasia mereka?

Ternyata semua (sekali lagi, SEMUA) negara maju di dunia ini menganut sistem pasar bebas. memang secara logika dasar, pasar bebas merupakan sistem perekonomian terbaik di dunia. sebelum kita masuk pada penjelasan lebih lanjut, pertama saya akan jabarkan sedikit mengenai “ekonomi pasar bebas” yang saya maksudkan.

Jika kita mengambil definisi dari wikipedia, ekonomi pasar bebas adalah :

free market is a system in which the prices for goods and services are determined by the open market and consumers, in which the laws and forces of supply and demand are free from any intervention by a government, price-setting monopoly, or other authority.

Pasar bebas adalah sistem dimana harga dari barang dan jasa ditentukan oleh pasar terbuka dan konsumen, dimana hukum dan kekuatan permintaan dan penawaran bebas dari berbagai intervensi pemerintah, monopoli harga maupun berbagai otoritas lainnya.

Pasar bebas merupakan bentuk yang sangat bertolak belakang dengan “regulated  market” dimana pemerintah melakukan berbagai intervensi dalam mengatur harga dan perputaran barang melalui berbagai regulasi, restriksi dan pengaturan tarif lainnya.

Sebelum dilanjutkan, mungkin ada diantara pembaca yang tidak percaya bahwa SELURUH negara maju menggunakan sistem ekonomi ini. saya beri waktu dan kesempatan untuk coba mencari contoh satu saja negara maju yang ekonominya tidak menggunakan sistem pasar bebas.

1….2….3….

Oke yang masih ada disini ayo sama-sama kita lanjutkan pembahasannya.

Jadi kenapa ekonomi pasar bebas begitu unggul jika dibandingkan dengan sistem ekonomi lainnya? satu kata : kompetisi

Di dalam pasar bebas, setiap individu sama-sama memiliki kesempatan untuk menjadi makmur secara finansial asalkan bisa melayani sesama, yaitu dengan cara memproduksi sesuatu.

Tidak seperti dalam regulated market yang mana perusahaan yang bisa survive adalah yang memiliki akses kepada “regulator”. Dalam pasar bebas, cara sebuah perusahaan untuk survive adalah dengan membuat barang atau jasa dengan kualitas sebagus-bagusnya dan harga semurah-murahnya. Tanpa intervensi dari regulator, setiap orang mendapatkan kesempatan yang sama untuk dapat mencapai kemapanan finansial asalkan dapat melayani sesamanya, menciptakan produk dan jasa yang bisa dimanfaatkan oleh orang lain dan membuka lapangan kerja bagi sesama.

Contoh terkini dari kekuatan pasar bebas adalah munculnya berbagai startup, baik itu di sektor transportasi maupun e-commerce. Dengan kehadiran Go-Jek, Grab, Uber maupun berbagai aplikasi transportasi lainnya telah membuka lapangan pekerjaan bagi lebih dari setengah juta orang dalam waktu singkat dan mempermudah kehidupan jutaan konsumennya setiap harinya. Memang akan banyak kalangan yang tergilas sumber pencariannya dengan bermunculannya aplikasi transportasi online ini, tetapi disitulah kerja pasar bebas, semua “dipaksa” untuk memperbaiki kualitas untuk bisa bertahan dalam persaingan, keterpaksaan untuk menambah kualitas inilah yang membuat kemajuan ekonomi. Becak dan delman tersingkir oleh angkot dan ojek konvensional, kini giliran angkot dan ojek yang tersingkir oleh berbagai transportasi berbasis aplikasi.

Perusahaan mapan seperti Blue Bird pun “dipaksa” keluar dari zona nyamannya sebagai penguasa pertaksian di Indonesia, kini Blue Bird memiliki aplikasi yang tidak kalah praktis dibandingkan Go-Jek, Grab, dan Uber setelah tadinya tidak pernah berfokus dalam pengembangan aplikasi. Terbukti dengan mengikuti kemajuan zaman, Blue Bird masih berhasil mencetak laba ratusan milyar pertahun walaupun harus bersaing dengan Go-Jek, Grab, dan Uber. Blue Bird yang dulu kualitasnya dianggap sudah paling bagus, kini meningkatkan lagi kualitasnya akibat kompetisi.

Aplikasi transportasi online adalah contoh sempurna ekonomi pasar bebas yang sedang bekerja, karena bisa dibilang hampir tidak ada sama sekali peraturan yang mengikatnya sampai hari ini. Peraturan yang banyak digembar gemborkan selama ini justru akan mematikan perekonomian, misalnya pengaturan tarif. dengan pengaturan tarif, masyarakat akan dirugikan karena akan mendapatkan transportasi yang mahal. pengaturan tarif juga akan mematikan insentif bagi perusahaan untuk melakukan efisiensi dan inovasi. seharusnya peraturan yang dibuat adalah soal safety dan security, bukan soal tarif. Bukan transportasi online yang harus menaikkan harganya, melainkan transportasi konvensional yang HARUS meningkatkan kualitasnya dan/atau menekan harganya ATAU beralih ke bisnis lain.

That’s how free market work.

inovasi, kesempatan yang sama dan kompetisi adalah bahan bakar kemajuan ekonomi.

saya akan membahas berbagai fenomena ekonomi lainnya di artikel-artikel selanjutnya, so stay tuned.

Dari perbatasan ibukota ini saya bercurah pendapat.