Di part kedua ini saya akan memberi gambaran yang semoga bisa mudah dimengerti tentang sebenarnya seberapa besarkah 3.800++ trilyun itu.

Untuk ukuran personal tentu 3.800 trilyun merupakan angka yang sangat tidak bisa dibayangkan. Angka itu bahkan tiga kali lipat lebih besar dibandingkan kekayaan Bill Gates yang merupakan orang terkaya di dunia. Tetapi untuk ukuran sebuah Negara, seberapa besarkah 3.800 Trilyun itu?

Untuk memperbandingkan seberapa wajarkah utang suatu Negara biasanya akan diperbandingkan dengan PDB, yaitu total dari seluruh barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu Negara dalam jangka waktu setahun.

PDB Indonesia berada di sekitaran angka Rp.12.492.820.000.000.000.

Jika kita perbandingkan dengan utang, PDB kita masih jauh lebih besar. Utang kita hanya sekitar 34% dari PDB.

Sehatkah persentase sekian? SANGAT.

worlds-debt-2017-c58d

Infografis diatas menggambarkan perbandingan utang Negara-negara diperbandingkan dengan perekonomian Negara tersebut. Semakin besar ukuran Negara tersebut menggambarkan besaran nominal utangnya. Sedangkan semakin merah adalah semakin berbahaya utang tersebut.

Saya tidak perlu berbicara, cukup data yang bicara. Dimatakah posisi Indonesia? Sangat kecil dibandingkan yang lain dan berwarna hijau muda. Artinya? Silahkan terjemahkan sendiri.

Lalu ini adalah perbandingan utang suatu Negara jika dibagi kepada seluruh penduduknya secara merata. Ada yang bisa menemukan Indonesia? Petunjuknya ada di arah jarum jam 10.

Utang memang bukan sesuatu yang pantas dibanggakan, bukan pula merupakan cara yang dianjurkan untuk membangun negara. Tetapi secara berlebihan mengatakan Negara kita seolah-olah berada dalam kekacauan dan diambang kehancuran hanya karena utang yang sebenarnya sangat  kecil dan terkendali merupakan sebuah penyesatan yang sistematis.  Apalagi mengangkat-angkat isyu seperti ini hanya untuk menciptakan keresahan, ketidakstabilan dan gontok-gontokan. Atau menanggalkan kewajiban mencerdaskan masyarakat hanya demi rating dan klik. Justru pihak-pihak seperti itu yang harus kita pertanyakan rasa kebangsaannya.

Masyarakat awam memang tidak bisa dipersalahkan, tetapi orang pintar yang menyatakan ekonomi kita tidak sehata hanya karena utang yang sebenarnya terkendali dan dipakai untuk hal produktif justru harus dipertanyakan kesehatan mentalnya.