Kartu kuning perlambang peringatan dalam sebuah pertandingan sepak bola. Kritik itu biasa, kritik itu harus. Tetapi jika sebuah kritik didasari oleh ketidaktahuan apalagi ditunggangi oleh kelompok oposisi untuk menjadi bahan bakar teriakan-teriakan mereka, tentunya menjadi sumber kebisingan yang lagi-lagi menyebabkan negara ini jalan ditempat.

Gizi buruk dan penyakit katanya, bukankah seharusnya mereka tahu bahwa hal tersebut sudah lama terjadi dan sedang diusahakan untuk diperbaiki?

Percuma banyak pembangunan katanya, bukankah kurangnya pembangunan yang jadi awal semua kesulitan ini?

Tidak peduli masyarakat Papua katanya, tapi kenapa justru banyak sekali orang Papua yang membela presiden Jokowi?

Sekali lagi, masalah ini rumit, masalah ini besar, masalah ini memerlukan waktu, masalah ini memerlukan kita semua.

Kamu saya apresiasi jika benar-benar peduli, bukan hanya karena bernafsu menjadi oposisi.

Kalau mau kritik, sini saya ajari.

Untuk para oposisi, jangan pura-pura peduli padahal hanya mencari cara untuk mencaci.