“Ngapain membangun jalan tol yang hanya bisa dinikmati para pengendara mobil”

Kurang lebih kalimat itulah yang sering terdengar di republik ini setiap harinya.

Pertama-tama yang perlu di klarifikasi adalah, bukan hanya jalan tol yang dibangun oleh pemerintah. kedua, Indonesia bukan negara yang tidak butuh pembangunan jalan, karena kita masih sangat tertinggal. Pembangunan jalan, apapun bentuknya sangatlah diperlukan.

Polarisasi politik telah membuat pandangan-pandangan politik kita tidak lagi objektif, dengan dasar ketidaksukaan, sesuatu yang positif bisa menjadi sesuatu yang dicari-cari alasannya untuk dicaci.

Sering juga kita mendengar, “buat apa membangun infrastruktur megah-megah kalau rakyat masih susah?!”

Well, lalu mesti bagaimana? menghentikan pembangunan? kalau pembangunan dihentikan, bisa-bisa rakyat akan tetap susah sampai 100 tahun kedepan.

Lalu peran negara mesti bagaimana? semua uang APBN dibelikan sembako dan obat-obatan lalu dibagi-bagikan? berapa jumlah sumbangan yang bisa mengangkat seseorang dari jurang kemiskinan?

Jawabannya tidak ada, tidak ada jumlah sumbangan sebesar apapun atau harga se murah apapun yang bisa mengangkat seseorang dari jurang kemiskinan.

Cara membuat yang miskin menjadi tidak miskin lagi hanya 2 :

  1. membuat usaha
  2. Bekerja

Bagaimana bisa membuat usaha kalau listrik belum tersedia? bagaimana usaha bisa bertahan kalau akses jalan untuk menjual dan mendapatkan bahan baku tidak tersedia?

Bagaimana bisa bekerja kalau tidak ada yang bisa membuka usaha?

Kalau tidak ada yang bisa berusaha dan bekerja, bagaimana caranya untuk keluar dari jurang kemiskinan?

Infrastruktur bukan hanya jalan tol. pembangkit listrik juga infrastruktur, jalan biasa juga infrastruktur, irigasi juga infrastruktur.

Yang naik mobil juga bukan hanya orang kaya, pengangkutan bahan baku usaha dan bahan kebutuhan pokok serta penjualan hasil usaha dan hasil panen masyarakat juga butuh mobil.

Masyarakat pedalaman juga mau listrik, masyarakat pedalaman juga mau air bersih, masyarakat pedalaman juga mau punya jalan.

Oh iya, permasalahan ini akut dan sudah berkerak lama tanpa ada solusi efektif selama berpuluh-puluh tahun, jadi mohon dimaklumi kalau perbaikannya memerlukan waktu.

Semoga ketua BEM UI yang tiap hari bisa lewat jalan tol, tiap hari bisa mencharge HP dan laptop dengan listrik dan tiap hari bisa mandi dengan air bersih serta semua kebutuhan bisa terpenuhi di supermarket terdekat mau mengerti.

dari perbatasan ibu kota negara ini saya bercurah pendapat.

 

Advertisements