Biarkan semua orang beribadah sesuai kepercayaannya masing-masing.

Rasa-rasanya pelajaran PPKN mesti di ajarkan ulang ke beberapa kelompok masyarakat di Indonesia.

Apa ada yang senang atau paling tidak merasa “biasa saja” kalau mau beribadah dihalang-halangi? atau di ganggu atau di usir? duh sakitnya gak kebayang pasti.

“Tapi bang, katanya berkumpul-kumpul yang tidak terbuka pada warga sekitar rawan perekrutan dan bisa saja ada yang mengajarkan ajaran sesat!”

hmm, bisa saja sih. tapi..

Bagaimana kalau kita membuat suatu aturan main sederhana.

Lucu tidak kalau orang dihukum sebelum dibuktikan kesalahannya?

Jadi kalau ada kegiatan yang bahkan RT atau RW tidak tahu, sebaiknya warga setempat meminta di mediasi saja oleh aparat yang berwenang.

Kalau ternyata memang ada pelanggaran hukum kan lumayan bisa membantu tugas kepolisian.

Kalau ternyata dugaannya salah, setidaknya warga tidak main hakim sendiri terhadap orang yang tidak salah.

Nah, kalau orang lain ternyata benar-benar hanya beribadah yah kita dukung dong, enak sekali kalau seluruh NKRI ini menjadi taat berdasarkan agamanya masing-masing.

Dilarang dan dihalang-halangi beribadah tidak enak kan pastinya? yasudah jangan begitu terhadap orang lain.

Dari ibukota negara ini saya bercurah pendapat