“Saya tidak setuju pernyataan anda, Tetapi saya akan mempertaruhkan nyawa saya untuk melindungi hak anda untuk mengatakannya” ~Evelyn Beatrice Hall

Saya mungkin berasal dari kelompok masyarakat yang tidak termasuk sebagai golongan masyarakat yang rentan melakukan unjuk rasa. Saya bukan buruh, saya bukan mahasiswa, akses kemana-mana dari tempat saya lancar, listrik hampir tidak pernah mati, makan selalu cukup, punya kerja dan lain sebagainya.

Tetapi kemarin ada satu kejadian yang membuat saya tergerak untuk bersuara dan melawan.

Telah disahkan pasal karet yang bisa mengkriminalkan orang yang “merendahkan kehormatan” DPR atau Anggota DPR.

Berikutlah bunyi pasal tersebut :

Mengambil langkah hukum dan/atau langkah lain terhadap orang perseorangan, kelompok orang, atau badan hukum yang merendahkan kehormatan DPR dan anggota DPR.

Hei bung, Jangan coba-coba membungkam kami dengan pasal karet seperti ini.

Ratusan ribu nenek moyang kami tewas demi kebebasan kami.

jutaan orang turun ke jalan demi menumbangkan diktator yang mengekang kebebasan kami.

Jangan anda coba mengatur-atur kebebasan kami bersuara.

Lidah milik saya, Jari milik saya, tidak sebutir debu pun saya butuh anda, jadi jangan coba atur-atur saya.

Siapapun yang melawan pasal karet ini, saya bersama anda.

Siapapun yang mendukung pasal karet ini, saya melawan anda.

Ada baiknya saya ingatkan lagi konstitusi negara kita kepada orang-orang yang mencoba membuat pasal karet yang bisa membatasi kebebasan kita mengutarakan APAPUN yang ada di pikiran kita, terutama kepada orang yang digaji dari hasil keringat kita yang dipotong tiap bulannya.

UNDANG-UNDANG DASAR 1945 PASAL 28E AYAT 3 :

Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat.

Dari kota penyangga ibukota ini saya bercurah pendapat

Advertisements