Semakin gencarnya pemberitaan dan polarisasi politik menyebabkan media dan masyarakat kehilangan fokus dan malah meributkan hal-hal yang tidak penting.

Padahal seharusnya kita bersepakat bahwa Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang memiliki permasalahan paling rumit, dan banyak. Tetapi bukannya bersatu dan bersama-sama berfokus untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan tersebut, kita malah sibuk pukul-pukulan untuk masalah yang kecil dan sesungguhnya tidak penting.

Saya tidak akan berhenti untuk meneriakkan bahwa media massa di Indonesia harus mereformasi diri, karena banyak keributan dan ketidakpentingan ini berhulu dari mereka.

Media yang mengejar profit dan senang dengan banyaknya traffic memang cenderung memberitakan hal-hal yang bersifat kosmetik dan hiburan dibandingkan hal-hal yang substantif.

Sekarang saya ajukan pertanyaan, korupsi yang sangat masif dilakukan oleh berbagai pejabat di daerah dibandingkan dengan :

  1. Jokowi menjadi imam shalat
  2. Perceraian Ahok
  3. Anies ditahan paspampres
  4. Kasus chat Habib RIzieq

Mana yang lebih penting dan mendesak untuk diangkat sebagai pemberitaan?

jawabannya jelas korupsi yang sudah mengakar dan merajalela di berbagai penjuru dan lapisan tanah air ini.

Tetapi kita lihat sendiri kenyataannya, porsi pemberitaan kepala-kepala daerah yang tertangkap korupsi sangatlah kecil dibandingkan berita-berita entertainmen politik yang saya sebutkan diatas.

Bangsa kita jadi lebih sibuk mengomentari dan meributkan kaus kaki Jokowi dan ditahannya Anies oleh paspampres dibandingkan trilyunan uang rakyat yang dirampok dan tidak dimanfaatkan sesuai peruntukannya.

Media seolah-olah lebih sering mengompori masyarakat dengan memanfaatkan polarisasi politik sekarang ketimbang membuat masyarakat berfokus kepada yang benar-benar penting. Termasuk membuat acara-acara yang mendidik dan mencerdaskan masyarakat, tetapi kenyataannya? kita sama-sama tau jawabannya.

Sadarlah masyarakat dari lamunan ini, musuh kita korupsi dan koruptor yuk kita berkelahi melawan mereka ketimbang saling pukul memperdebatkan dua lembar kaus kaki.

Dari kota penyangga ibukota ini saya bercurah pendapat.

Advertisements