Konflik Suriah merupakan konflik bersejarah. Jumlah pengungsi yang dihasilkan oleh konflik tersebut merupakan yang terbanyak semenjak perang dunia kedua.

Jutaan orang tercerabut dari negerinya sendiri dan jutaan lainnya luntang-lantung di sebuah negara yang seharusnya mereka panggil rumah.

Ratusan ribu orang telah meregang nyawa akibat konflik yang sebentar lagi memasuki tahun kedelapanya.

Jutaan bangunan hancur lebur, makanan dan minuman serta akses terhadap fasilitas kesehatan menjadi sesuatu yang sangat langka.

Konflik yang dimulai dengan penembakan terhadap demonstrator anti pemerintah ini menjadi panjang tidak berkesudahan karena Suriah menjadi ladang perebutan kekuasaan antar negara.

Organisasi teror dan negara-negara asing mengobok-obok negara ini sesuai dengan kepentingannya masing-masing.

Satu hal yang jelas, tujuan awal perang ini masih belum juga tercapai karena Assad masih berada disana.

Di dalam istananya di ibukota sebuah negara yang tak lagi jelas arah dan tujuannya.

Andaikan konflik ini selesai esok, butuh waktu puluhan tahun hanya untuk mengembalikan negara ini seperti semula.

Sayangnya kita tidak tau kapan konflik ini akan selesai.

yang jelas, ditengah teriakan para komandan tempur, ditengah gemuruh rudal dan desingan peluru rakyat tak berdosa setiap hari menjerit kehilangan anggota keluarga.

Tiap hari ada anak yang makan rumput dan daun kering karena tidak ada hal lain yang bisa dimakan.

Tiada pemenang dalam perang, tetapi jika saya disuruh menunjuk siapakah yang paling kalah terlunta,

Jawabannya adalah rakyat jelata.